top of page

Melirik Indahnya Taman Sari Yogyakarta

  • Writer: Angela Modo
    Angela Modo
  • Nov 23, 2017
  • 3 min read

Updated: May 31, 2019

Hawa panas menyambut kedatangan kami, setelah kami melakukan perjalanan kurang lebih 4 jam dari Semarang. Perjalanan saya kali ini (23/6) ditemani 4 orang teman saya; Kak Yem, Maya, Marsel dan Samuel. Berhubung sedang libur kuliah, kami manfaatkan waktu dengan berkunjung ke daerah istimewa ini. Lumayan bisa menambah wawasan baru, karena untuk pertama kalinya saya bisa menginjakkan kaki di Yogyakarta.


Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Taman Sari yang terletak di Jalan Taman. Kalau dari arah Semarang atau Magelang, teman-teman bisa melalui jalan Magelang ke arah selatan melewati Jalan Tentara Pelajar – Jalan Letnan Jendral Suprapto – belok kiri ke arah jalan Kyai Ahmad Dahlan – Jalan Nyai Haji Ahmad Dahlan – Jalan Taman.


Harga tiket masuk, menurut saya cukup murah yakni Rp 5.000,00 /orang. Jika membawa kamera, teman-teman dikenakan biaya Rp 1.000,00 /kamera. Namun, harga tiket masuk belum termasuk ongkos parkir ya teman-teman hehehe… Bagi teman-teman yang memerlukan pemandu wisata, jangan khawatir karena pemandu wisata di Taman Sari banyak ditemui di depan gerbang pintu masuk Taman Sari. Untuk masalah harga, biasanya pemandu wisata ini akan menyebut sekedarnya tanpa menyebut bilangan yang pasti. Jadi jangan lupa siapkan uang tambahan ya.


Gambar 1. Umbul Pasiraman (Sumber: Dok. Pribadi)

Panas matahari yang menyengat seketika hilang ketika saya masuk ke dalamnya. Ya ada kolam di dalam sana. Ingin rasanya menceburkan diri ke sana saking panasnya, namun saya mengurungkan niat tersebut ketika saya melihat tulisan larangan masuk ke kolam. Karena keempat teman saya sudah sering ke Taman Sari, saya tidak memerlukan pemandu wisata. Konon kata Marsel, kolam ini merupakan pemandian Sultan, permaisuri, selir/istri-istri raja, serta para putri raja. Nah tempat ini dikenal dengan nama Umbul Pasiraman.


Kami berdua pun melanjutkan petualangan kami (disini saya dan Marsel terpisah dengan rombongan, karena Kak Yem, Maya dan Samuel tengah asyk berfoto). Tujuan kami selanjutnya adalah Sumur Gumuling. Saya sedikit terkejut, karena kami harus melewati pemukiman penduduk. Lalu ke mana taman-tamannya? Dan saya baru tahu ternyata pemukiman ini dulunya adalah taman dan danau buatan.


Ketika masuk ke daerah pemukiman, teman-teman akan disambut dengan beraneka gambar dan tulisan warna-warni yang menghiasi pagar dan rumah warga. Gambarnya unik dan pesannya edukatif. Namanya Kampung Cyber. Kampung Cyber yang didirikan pada tahun 2006 ini pernah dikunjungi oleh pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Dan jangan salah, warga di kampung ini hampir seluruhnya melek teknologi. Rumah-rumah di sini telah terpasang jaringan internet bahkan pos ronda pun terpasang layanan hotspot gratis loh!


Kami pun tiba di Sumur Gumuling. Jika ingin masuk kesini, jangan lupa tunjukkan karcis masuk kepada penjaga pintu di sana ya teman-teman. Jangan seperti saya dan Marsel yang harus menunggu beberapa saat, karena karcis kami di bawa rombongan Kak Yem. Bangunan berlantai 2 ini hanya dapat dimasuki melalui terowongan bawah air. Tapi tenang saja, terowongan ini sudah tidak ada airnya jadi teman-teman tidak perlu basah-basahan untuk sampai ke tempat ini.


Sumur Gumuling ini pada masanya difungsikan sebagai masjid. Di tengah bagian bangunan yang terbuka terdapat empat buah tangga dan bertemu di bagian tengah. Dari pertemuan keempat tangga tersebut, terdapat satu tangga lagi yang menuju ke lantai dua. Bagi teman-teman yang suka mengambil foto, menurut saya Sumur Gumuling bisa dijadikan spot foto terbaik karena di sini banyak spot untuk menambah koleksi foto teman-teman. Seperti foto di bawah ini.

Gambar 2. Seakan di film Alice in Wonderland (Sumber: Dok Pribadi)
Gambar 3. Dimana pun bisa dijadikan objek foto. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Gambar 4. Trowongan bawah air (Sumber: Dok Pribadi)

Akhirnya kami menuju ke pintu keluar. Pintu keluarnya sangat berbeda dengan pintu keluar tempat wisata pada umumnya. Di sini, kita kembali menelusuri terowongan bawah air. Sekali lagi, airnya sudah tidak ada ya teman-teman. Udara di terowongan sangat berbanding terbalik dengan udara di luar. Jika di luar sangat panas, di sini justru sangat adem.


Meskipun ada beberapa tempat di Taman Sari ini yang belum sempat saya kunjungi, menurut saya tempat ini sangat cocok bagi teman-teman yang suka mengambil foto. Selain Sumur Gumuling tadi, jika teman-teman pandai menentukan angle tentu teman-teman bisa menemukan spot foto lainnya. Dan jangan lupa, tetap jaga kelestarian Taman Sari ya, jangan karena ingin mendapatkan foto terbaik, kita sampai merusak keindahan bangunan bersejarah ini.


Angela Modo


Comments


#getlostwithangela

©2023 by Angela Modo. Proudly created with Wix.com

  • twitter
  • instagram
bottom of page